Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 06 September 2014

Bloomy Castle II



Mengingat kembali
Masa itu …


          Terbangun Petter Bend dari tidurnya yang bolehlah dibilang cukup nyenyak, memikirkan pekerjaannya yang belum selesai membuatnya bangun dengan tergesa sambil berangan “bagaimana menyelesaikan tugas ini” .Masih tampak terlihat kantung mata Petter yang longgar saat dia menyapa cerminnya. Memikir bayangkan alur kronologi cerita kerajaan Bloomy Castle yang belum terpecahkan, Petter terus menggoyahnya sehinngga pagi ini diapun harus bergesit melangkah keluar.
          Membuka pintu dan mengayuh sepedanya dan lalu berangkat menuju kampus sekolahnya, “kampus tua yang tak meyakinkan”.
Petter memasuki perpustakaan, dia mencari buku Bloomy Castle, Bloomy Castle sudah cukup lama tak terbahas dan mungkin menghilang, banyak orang tak mempercayai kisah Bloomy Castle terkecuali Petter Bend yang selalu ingin mencari tahu kejadian sebenarnya tentang Bloomy Castle. Petter menggiat memecahkan masalahnya ketika saat salah satu dosennya bercerita singkat tentang Bloomy Castle. Dan ketika itu Petter ingin membuktikannya bahwa cerita itu memang nyata.

          Ketika Petter membuka bab buku terakhir dia menemukan suatu kejanggalan dalam cerita yang belum terpecahkan yaitu “Saat Richard atau ayah Lorezza, membawa bunga putih dan mengundang semua untuk datang ke Istananya”

Petter pikir “semua orang? Siapakah itu? Apakah akupun turut di undang”

Terbaca Petter tulisan kecil dipojok buku halaman terakhir
“Ya, kau? Kau orang yang membaca kisah ini, kau di undang untuk menghadiri” (usap 3 kali tulisan ini) –Richard
          Dengan bingung dan gemulai pikirnya, “Tidak ada salahnya aku mencoba mengusapnya 3x, mungkin saja ini makna tersiratnya”
Hati berteriak deg, deg, deg saat Petter mengusap 3 kali tulisan itu.
“kepalaku pusing, tak terlihat apa-apa disini, sungguh remang, kesuraman ini cukup aneh, apakah sekarang mati lampu? Itu cahaya tampak titik putih di depan sana terlihat agak jauh, aku harus berlaliri sekarang.” Usai Petter sekilas, Petter semakin bingung dimanakah dirinya sekarang apakah sudah mati atau belum. Petter terus berlari dan mengejar titik putih itu seketika dia sampai dan terdengar suara “Blusssss, Selamat datang di Bloomy Castle, kau tamu yang cukup jauh silakan masuk” Pendengaran Petter dari ujung pejahuan.
          Mungkin dirinya bingung atas semua ini “Oh, ternyata sekarang diriku ada di Bloomy Castle, tapi dimana Istana itu? Apakah aku mimpi?” sajak Petter. Petter berjalan lurus saja dan ketika dijalan dia menemukan seorang gadis bertubuh mungil dan menanyakan “hey kau!! Tunggu apakah saya berada di dalam mimpi? Bisakah kau menjelaskannya?”  (Tanya Petter sambil menaikan alis sebelah).
Gadis itu menjawab “kau lurus saja dan di sana tempatnya Istana Bloomy Castle berada”
Masih terbilang bingung oleh Petter “Dari mana dia tau aku mencari Istana itu, dasar gadis gila saya menanyakan apa, dia menjawab apa” elok Petter. Peter berjalan terus lurus tanpa melihat kebelakang gadis tadi itu …

          “Ternyata gadis tadi itu benar, di sini ternyata Istana itu (melihat istana) Megah sekali, dimana oran-orang? Apa aku terlambat?”
Hari semakin petang dan Petter tanpa menghiraukan apa-apa langsung saja memasuki gerbang Istana dan dia merasakan “suram sekali istana ini? Sepi sekali”
Tampak ada petunjuk yang tertempel di dinding Istana “jalan saja lurus ke selatan dan kau menemukannya” Petter mencoba melakukannya dia berjalan ke selatan sewaktu itu dia melihat bayangan Gadis perempuan yang tadi dan gadis itu mengucapkan “Sini kau, bisakah kau membantuku?” Tanya gadis.
Terasa dipikir Petter gadis itu Lorezza “yap, apa masalahmu?”
Jawab Petter. Gadis itu mendekati dan mengatakan sesuatau “pegang tanganku, dank kau akan tau semuanya” Tangan Lorezza yang terasa dingin bagai es tak cair  .

          Sekelibat lintasan cerita masa lalu Lorezza berputar di pikiran Petter ketika dia memegang tangan gadis itu (Lorezza), dan berakhirlah sejenak dan Petter mengatakan “Oh jadi itu masalahmu? Sekarang kau berusaha ingin mengentikan ayahmu Richard untuk tidak mengundang semua orang dan mengambil organ mereka, dan sebenarnya kau itu belum meninggalkan?”
          Terlihat sudut bibir Lorezza yang menyenangkan rasanya Lorezza sangat tenang ketika Petter mengetahui keadaannya. Lorezaa berkata “Kau pintar sekali, itu masalahku sebentar lagi pukul 17:00 kau harus segera mengentikan ayahku sebelum, semua orang datang untuk melayatku, ayahku ada di atas dan aku pikir kau harus membunuhnya sekarang dan berhenti bertanya tentang kematianku” Lorezza mengatakan dengan menepuk nepuk pundak Petter dan seketika dia menghilang.

          Terdengar shok bahwa gadis itu memang benar telah meninggal, ternyata Richard mempunyaai niat jahat kepada semua orang yang nanti akan datang melayat Lorezza yang membawa sepucuk bunga putih untuk Lorezza “aku pikir hari ini, bukan Lorezza saja yang akan di layat, tapi Richardpun akan bernasib seperti Lorezza (Akan kubunuh dia!!) Lorezza tenang saja aku akan mengakhiri cerita ini sekarang!” Hentak Petter dengan keras


Ketika itu petter mengambil pedang di pojok Istana tempatnya berdiri tadi, dan segera berlari menaiki tangga tua dan memasuki kamar Richard dengan pelan pelan dia melangkahkan kaki dan berada di depan pintu Richard,

Ketika itu ada seorang melangkah dari belakng dan ingin memukul Petter dan seketika tangan Petter tebeset luka pedang Richard yang mengenainya, “ternyata pria itu Richard” Richard menarik Petter dan mengambil pedangnya untuk di pertanyakan dan di masukki penjara bawah kamarnya.

          Richardpun mengintropeksi Petter “Selamat datang tamuku yang petama, kau giat sekali mendatangi Istanaku” Richard mengatakan sambil menghembuskan asap rokoknya kedepan mukannya.
Petterpun tidak suka dan menjawab “aku akan mebunuhmu pria jelek”
Richard tertawa “Hahaha coba saja kalau bisa, dasar anak kecil” Richard pergi meninggalkannya dan dia akan turun untuk menyambut tamu laiinya.
Tangan dan kaki Petterpun terikat di kursi kamarnya “sungguh sulit melepaskan ini” pikir Petter
“biar saya Bantu, nak” seorang wanita tua mengucapkan kalimat itu dan melepaskan tali yang mengikatnya. Tanpa kebayakan pikir Petter mengatakan “terimakasih,siapa lagi ini” .
          Wanita itu dengan tersenyum dan mengamatkan kepada Petter” ayo cepat ambil pedangmu, dan segerahlah tusuk Richard dari belakang, gunakan waktu sebaik mungkin”

Petter langsung berlari turun dan menusuk Richard dari belakang, seketika Petter membanting pedang itu “apakah tugasku sudah selesai?” pikir Petter . Richardpun mati tak berdaya, banyak darah yang keluar dari tubuhnya. Petter pun segera memletakkan mayat Richard di sebelah sebuah peti anaknya (Lorezza) dan membisikan mayat Lorezza “Hey, aku telah berhasil, kau senang itu?”

Istana pun telah dibuka dan Banyak orang , membawa bunga putih untuk mereka “yang telah mati”

Ketika itu Petter berpura-pura menjadi tamu yang baru datang(seperti yang lain)
 “ok, kita sekarang akan menguburkann Richard dan Lorezza di belakang Istana” terdengar suara salahsatu tamu yang datang mengatakan itu.

          Petter pun lega dan dia berjalan mengiring peti Richard dan Lorreza.  Tiba-tiba ada bayangan Lorezza menghampiri “Terimakasih, kau sudah banyak membantuku, jika kau ingin pulang keasalmu serang segeralah, Pegang tanganku ini dan pejamkan matamu” sekarang terasa hangat tangan Lorezza.

          Seketika, terbatuk-batuk Petter membuka mata, dan melihat sekeliling “Aku ternyata tertidur di perputstakaan” pikir Petter dan sekejab dia melihat lagi halaman belakang Buku “Bloomy Castle” ada tulisan “Kau tidak mimpi, terimakasih atas semuanya tamuku –Lorezza” dan Petter tertawa terbahak – bahak “hahaha, ternyata aku ini pahlawan, oh iya ini bukan mimpi, ternyata buku ini menjadi bertambah halamanya dan menceritakan bahwa aku berkunjung ke Bloomy Castle dan cerita itu berhakhir.

Tutup buku.

“Bloomy Castle”

Hay hay...
Terimakasih sudah membaca kelanjutannnya, hihi emang agak panjang ceritanya tapi serukan?
Haha, jumpa nanti di lain cerita


Brelianita RM