Tentu banyak sekali karakter penulisan yang cukup tersirat, pahamilah dan ikuti saja alurnya.
Wikipedia
Hasil penelusuran
Rabu, 24 Desember 2014
Sabtu, 06 September 2014
Bloomy Castle II
Mengingat kembali
Masa itu …
Terbangun Petter Bend dari tidurnya yang bolehlah dibilang
cukup nyenyak, memikirkan pekerjaannya yang belum selesai membuatnya bangun
dengan tergesa sambil berangan “bagaimana menyelesaikan tugas ini” .Masih
tampak terlihat kantung mata Petter yang longgar saat dia menyapa cerminnya.
Memikir bayangkan alur kronologi cerita kerajaan Bloomy Castle
yang belum terpecahkan, Petter terus menggoyahnya sehinngga pagi ini diapun
harus bergesit melangkah keluar.
Membuka pintu dan mengayuh sepedanya dan lalu berangkat
menuju kampus sekolahnya, “kampus tua yang tak meyakinkan”.
Petter memasuki perpustakaan,
dia mencari buku Bloomy Castle, Bloomy Castle sudah cukup lama tak terbahas dan
mungkin menghilang, banyak orang tak mempercayai kisah Bloomy Castle terkecuali
Petter Bend yang selalu ingin mencari tahu kejadian sebenarnya tentang Bloomy
Castle. Petter menggiat memecahkan masalahnya ketika saat salah satu dosennya
bercerita singkat tentang Bloomy
Castle. Dan ketika itu
Petter ingin membuktikannya bahwa cerita itu memang nyata.
Ketika Petter membuka bab buku terakhir dia menemukan suatu
kejanggalan dalam cerita yang belum terpecahkan yaitu “Saat Richard atau ayah
Lorezza, membawa bunga putih dan mengundang semua untuk datang ke Istananya”
Petter pikir “semua orang?
Siapakah itu? Apakah akupun turut di undang”
Terbaca Petter tulisan kecil
dipojok buku halaman terakhir
“Ya, kau? Kau orang yang
membaca kisah ini, kau di undang untuk menghadiri” (usap 3 kali tulisan ini)
–Richard
Dengan bingung dan gemulai pikirnya, “Tidak ada salahnya
aku mencoba mengusapnya 3x, mungkin saja ini makna tersiratnya”
Hati berteriak deg, deg, deg
saat Petter mengusap 3 kali tulisan itu.
“kepalaku pusing, tak
terlihat apa-apa disini, sungguh remang, kesuraman ini cukup aneh, apakah
sekarang mati lampu? Itu cahaya tampak titik putih di depan sana terlihat agak jauh, aku harus berlaliri
sekarang.” Usai Petter sekilas, Petter semakin bingung dimanakah dirinya
sekarang apakah sudah mati atau belum. Petter terus berlari dan mengejar titik
putih itu seketika dia sampai dan terdengar suara “Blusssss, Selamat datang di Bloomy Castle,
kau tamu yang cukup jauh silakan masuk” Pendengaran Petter dari ujung pejahuan.
Mungkin dirinya bingung atas semua ini “Oh, ternyata sekarang
diriku ada di Bloomy
Castle, tapi dimana
Istana itu? Apakah aku mimpi?” sajak Petter. Petter berjalan lurus saja dan
ketika dijalan dia menemukan seorang gadis bertubuh mungil dan menanyakan “hey
kau!! Tunggu apakah saya berada di dalam mimpi? Bisakah kau
menjelaskannya?” (Tanya Petter sambil
menaikan alis sebelah).
Gadis itu menjawab “kau lurus
saja dan di sana tempatnya Istana Bloomy
Castle berada”
Masih terbilang bingung oleh
Petter “Dari mana dia tau aku mencari Istana itu, dasar gadis gila saya
menanyakan apa, dia menjawab apa” elok Petter. Peter berjalan terus lurus tanpa
melihat kebelakang gadis tadi itu …
“Ternyata gadis tadi itu benar, di sini ternyata Istana itu
(melihat istana) Megah sekali, dimana oran-orang? Apa aku terlambat?”
Hari semakin petang dan
Petter tanpa menghiraukan apa-apa langsung saja memasuki gerbang Istana dan dia
merasakan “suram sekali istana ini? Sepi sekali”
Tampak ada petunjuk yang
tertempel di dinding Istana “jalan saja lurus ke selatan dan kau menemukannya”
Petter mencoba melakukannya dia berjalan ke selatan sewaktu itu dia melihat
bayangan Gadis perempuan yang tadi dan gadis itu mengucapkan “Sini kau, bisakah
kau membantuku?” Tanya gadis.
Terasa dipikir Petter gadis
itu Lorezza “yap, apa masalahmu?”
Jawab Petter. Gadis itu
mendekati dan mengatakan sesuatau “pegang tanganku, dank kau akan tau semuanya”
Tangan Lorezza yang terasa dingin bagai es tak cair .
Sekelibat lintasan cerita masa lalu Lorezza berputar di
pikiran Petter ketika dia memegang tangan gadis itu (Lorezza), dan berakhirlah
sejenak dan Petter mengatakan “Oh jadi
itu masalahmu? Sekarang kau berusaha ingin mengentikan ayahmu Richard untuk
tidak mengundang semua orang dan mengambil organ mereka, dan sebenarnya kau itu
belum meninggalkan?”
Terlihat sudut bibir Lorezza yang menyenangkan rasanya
Lorezza sangat tenang ketika Petter mengetahui keadaannya. Lorezaa berkata “Kau pintar sekali, itu masalahku sebentar lagi pukul 17:00 kau harus
segera mengentikan ayahku sebelum, semua orang datang untuk melayatku, ayahku
ada di atas dan aku pikir kau harus membunuhnya sekarang dan berhenti bertanya
tentang kematianku” Lorezza mengatakan dengan menepuk nepuk pundak Petter
dan seketika dia menghilang.
Terdengar shok bahwa gadis itu memang benar telah meninggal,
ternyata Richard mempunyaai niat jahat kepada semua orang yang nanti akan
datang melayat Lorezza yang membawa sepucuk bunga putih untuk Lorezza “aku
pikir hari ini, bukan Lorezza saja yang akan di layat, tapi Richardpun akan
bernasib seperti Lorezza (Akan kubunuh dia!!) Lorezza tenang saja aku akan
mengakhiri cerita ini sekarang!” Hentak Petter dengan keras
Ketika itu petter mengambil
pedang di pojok Istana tempatnya berdiri tadi, dan segera berlari menaiki
tangga tua dan memasuki kamar Richard dengan pelan pelan dia melangkahkan kaki
dan berada di depan pintu Richard,
Ketika itu ada seorang
melangkah dari belakng dan ingin memukul Petter dan seketika tangan Petter
tebeset luka pedang Richard yang mengenainya, “ternyata pria itu Richard”
Richard menarik Petter dan mengambil pedangnya untuk di pertanyakan dan di
masukki penjara bawah kamarnya.
Richardpun mengintropeksi Petter “Selamat datang tamuku
yang petama, kau giat sekali mendatangi Istanaku” Richard mengatakan sambil
menghembuskan asap rokoknya kedepan mukannya.
Petterpun tidak suka dan
menjawab “aku akan mebunuhmu pria jelek”
Richard tertawa “Hahaha coba
saja kalau bisa, dasar anak kecil” Richard pergi meninggalkannya dan dia akan
turun untuk menyambut tamu laiinya.
Tangan dan kaki Petterpun
terikat di kursi kamarnya “sungguh sulit melepaskan ini” pikir Petter
“biar saya Bantu, nak”
seorang wanita tua mengucapkan kalimat itu dan melepaskan tali yang
mengikatnya. Tanpa kebayakan pikir Petter mengatakan “terimakasih,siapa lagi
ini” .
Wanita itu dengan tersenyum dan mengamatkan kepada Petter”
ayo cepat ambil pedangmu, dan segerahlah tusuk Richard dari belakang, gunakan
waktu sebaik mungkin”
Petter langsung berlari turun
dan menusuk Richard dari belakang, seketika Petter membanting pedang itu
“apakah tugasku sudah selesai?” pikir Petter . Richardpun mati tak berdaya,
banyak darah yang keluar dari tubuhnya. Petter pun segera memletakkan mayat
Richard di sebelah sebuah peti anaknya (Lorezza) dan membisikan mayat Lorezza
“Hey, aku telah berhasil, kau senang itu?”
Istana pun telah dibuka dan
Banyak orang , membawa bunga putih untuk mereka “yang telah mati”
Ketika itu Petter
berpura-pura menjadi tamu yang baru datang(seperti yang lain)
“ok, kita sekarang akan menguburkann Richard
dan Lorezza di belakang Istana” terdengar suara salahsatu tamu yang datang
mengatakan itu.
Petter pun lega dan dia berjalan mengiring peti Richard dan
Lorreza. Tiba-tiba ada bayangan Lorezza
menghampiri “Terimakasih, kau sudah
banyak membantuku, jika kau ingin pulang keasalmu serang segeralah, Pegang
tanganku ini dan pejamkan matamu” sekarang terasa hangat tangan Lorezza.
Seketika, terbatuk-batuk Petter membuka mata, dan melihat
sekeliling “Aku ternyata tertidur di perputstakaan” pikir Petter dan sekejab
dia melihat lagi halaman belakang Buku “Bloomy Castle” ada tulisan “Kau tidak mimpi, terimakasih atas semuanya
tamuku –Lorezza” dan Petter tertawa terbahak – bahak “hahaha, ternyata aku
ini pahlawan, oh iya ini bukan mimpi, ternyata buku ini menjadi bertambah
halamanya dan menceritakan bahwa aku berkunjung ke Bloomy Castle dan cerita itu
berhakhir.
Tutup buku.
“Bloomy Castle”
Hay hay...
Terimakasih sudah membaca
kelanjutannnya, hihi emang agak panjang ceritanya tapi serukan?
Haha, jumpa nanti di lain
cerita
Brelianita RM
Minggu, 10 Agustus 2014
Bloomy Castle
One Spend Time
Berawal dari kisah gadis muda, bernama lorezza Bloomy, sebutlah aku Lorezza.
Aku seorang bangsawan di negriku ini, seorang putri yang penuh kebahagiaan, dan keterbatasan. tapi kebahagiaan itu telah hilang, ketika Ayahku Richard, menikah lagi dan kini aku memiliki Ibu tiri yang dingin.
Aku merasa ada yang aneh dengan ibu tiriku ini, dia tampak diam dan seperti memendam kisah lama yang mengharukan.
5 years ago
ketika aku berusaha mendekatinya, aku mencoba menyapanya & ingin mengetahui tentang kehidupan lamanya. Saat kakiku mencoba menjejakkan langkah menuju kamarnya, dan mulai mengetuk pintu berjamur yang tak pernahterbuka, dan telah 5 tahun lamanya ayah pergi melaut, mungkin ibu tiriku kecewa dengannya. aku mengetuk dengan penuh semangat dan tiba - tiba pintu itu terbuka tanpa terdengar suara engsel yang menggoyakkannya "Terdengar teriakan", aku shok melihatnya dan tubuh ini mulai lemas dan berfikir panjang, di saat melihat ibu tiriku tergantung di loteng kamarnya dengan cermin retak bercak darah., meja rias yang berdebu dan di sana tertinggal sepucuk surat, "terfikir heran" aku rasa itu berisi surat "ku baca"
selesai baca" surat itu terpotong dan aku haru menemukan potongan lainnya, untuk mengetahui yang sebenarnya" penuh heran pikirku. segera aku pergi dan mengunci kamar itu da segera berlalri keluar istana, aku turun dengan penuh ketakutan dan keresahan, saat itup aku terus berlari dan berlari, meninggalkan istana yang sepi tanpa seorangpun terkecuali aku, "saat di jalan" aku melihat rumah gubuk tampaklusuh seakan rubuh dan aku mengetuknya "ada seorang di dalam" sahutku dengan keras. ketika itu hari tampak gelap dan mendung aku rasa lebih baik aku mengunjungi gubuk itu dan ketika sesaat terdngar suara orang menyapaku "iya ada, tunggu sebentar" dia membukakan pintu dan segera menyilakanku untuk masuk "silakan masuk, duduklah".
Nafas legaku akhirnya keluar, "yap ka, aku tersesat di jalan, aku Rolezza, berasal dari istana Bloomy di belakang bukit, maaf" sapaku.
kakak di dalam rumah itu terlihat berbinar-binar menatapku "kauu..?? kau seorang Putri, astaga kenapa kau disisni? panggil saja aku Jellica, ruma ini jelek dan buruk bagimu" balaj Jellica. "aku takut tinggal di istana, aku butuh teman, bagaimana jika kamu mau tinggal disana" ucap Lorezza. "maaf bukannya tak mau, hari ini sudah mulai gelap dan sudah mau turun hujan, tidak baiknya jika kita ke istana besok pagi?" sahut Jellica. "hmmm, okay" jawab Lorezza.
Ketika itu hujan semakin besar dan langit semakin gelap, suara petir bersahutan degung "aku rasa kau seperti ketakutan? dapatkah kau mengatakan sebenarnya yang terjadi padamu? aku tak memaksa ko" Tanya Jellica. "Aku..? aku takut tinggal di istana sendiri, ayahku pergi melaut sudah 5 tahun dan ibuku telah meninggal, aku butuh bantuanmu untuk membantuku mencarikan potongan surat ini *menunjukan surat* "jawab lorezza dengan membendung air mata. "Okay, besok pasti aku akan bantumu Lorezza, sekarang lebih baik kau tidur, tidur yang nyenyak, dan nanti aku bangunkan pada saat yang tepat *sambil menyanikan lagu* " Missing my castle, bye .. bye my house, and you must long sleep for tomorrow and you I'll wake full hoped tomorow baby sleep, long sleep please, i more hoped today"
ketika itu suasana semakin gelisah Lorezza telah tidur nyenyak dan keesokan harinya . . .
5 years ago, was long sleep
Pagi terasa bugar lorezza terbangun dari tidurnya dan merasa seperti ada kejanggalan, "aku dimana? mana potongan suratku?" "aku rasa ini di istanaku, kenapa aku bisa disini? padahal aku telah lari keluar dan mengunjungi rumah Jellica" angan Lorezza. Dengan kebingungan pagi itu lorezza menemukan potongan surat ibu tirinya di bawah bantal Lorezza.
22, December 1980
ketika saat itu Lorezza tampak kaget dan bingung, semakin ditambah bising suara Bell pagar istana , dia meliat keluar jendela ternyata "benar itu kedatangan ayahnya yang selama ini menghilang" *aku pikir aku akuan mati sekarang* Lorezza pun berlari dan seketika terpeleset jatuh dari tangga istana (Bloomy Castle) dia membuat surat untuk ayahnya
Dear Dad
kemana saja dirimu? apakah kau datang untuk mengambil organku? aku tak pernah rela, lebih baik aku kabur keluar istana, dari pada aku menerima semua ini.. tanya istrimu yang lusa meninggal
22, Dec 1940
Heran terpikir Richard, "Dari mana ia tahu?" tapi usahaku agar tak gagal lebih baik aku mengundang semua orang untuk menghadiri acara kematian da membawa sepucuk bunga putih untuk anakya Lorezza.
To be continue . . .
Bersambung . . . .
tunggu bagian dua cerita ini :)
terimakasih sudah membaca
Wait at part II
(coming soon)
Berawal dari kisah gadis muda, bernama lorezza Bloomy, sebutlah aku Lorezza.
Aku seorang bangsawan di negriku ini, seorang putri yang penuh kebahagiaan, dan keterbatasan. tapi kebahagiaan itu telah hilang, ketika Ayahku Richard, menikah lagi dan kini aku memiliki Ibu tiri yang dingin.
Aku merasa ada yang aneh dengan ibu tiriku ini, dia tampak diam dan seperti memendam kisah lama yang mengharukan.
5 years ago
ketika aku berusaha mendekatinya, aku mencoba menyapanya & ingin mengetahui tentang kehidupan lamanya. Saat kakiku mencoba menjejakkan langkah menuju kamarnya, dan mulai mengetuk pintu berjamur yang tak pernahterbuka, dan telah 5 tahun lamanya ayah pergi melaut, mungkin ibu tiriku kecewa dengannya. aku mengetuk dengan penuh semangat dan tiba - tiba pintu itu terbuka tanpa terdengar suara engsel yang menggoyakkannya "Terdengar teriakan", aku shok melihatnya dan tubuh ini mulai lemas dan berfikir panjang, di saat melihat ibu tiriku tergantung di loteng kamarnya dengan cermin retak bercak darah., meja rias yang berdebu dan di sana tertinggal sepucuk surat, "terfikir heran" aku rasa itu berisi surat "ku baca"
Dear
my dream child
Lorezza
Ibu pikir kau terlihat kecewa dengan
kehadiranku, dan merasa serasa terlalu di awasi dan terbeban, ibu pusing untuk
berbuat apa, maafkanku aku menikahi ayahmu karena aku tak bisa melunasi semua
hutangku, ibu telah mengorbankan kedua anak ibu dan menjualnya untuk membayar,
hutang itu semakin berbunga dan menumpuk, aku menyerah dan sore itu ayahmu
datang kerumah ibu dan memaksaku untuk menjadikan aku istrinya dan mengurusi
istana, dengan tangan kasar dia menarikku dan membawaku keistananya dan segera
menikahiku. . .
Kenapa ibu tampak diam?
Larena
ibu telah menyesal karena telah …
selesai baca" surat itu terpotong dan aku haru menemukan potongan lainnya, untuk mengetahui yang sebenarnya" penuh heran pikirku. segera aku pergi dan mengunci kamar itu da segera berlalri keluar istana, aku turun dengan penuh ketakutan dan keresahan, saat itup aku terus berlari dan berlari, meninggalkan istana yang sepi tanpa seorangpun terkecuali aku, "saat di jalan" aku melihat rumah gubuk tampaklusuh seakan rubuh dan aku mengetuknya "ada seorang di dalam" sahutku dengan keras. ketika itu hari tampak gelap dan mendung aku rasa lebih baik aku mengunjungi gubuk itu dan ketika sesaat terdngar suara orang menyapaku "iya ada, tunggu sebentar" dia membukakan pintu dan segera menyilakanku untuk masuk "silakan masuk, duduklah".
Nafas legaku akhirnya keluar, "yap ka, aku tersesat di jalan, aku Rolezza, berasal dari istana Bloomy di belakang bukit, maaf" sapaku.
kakak di dalam rumah itu terlihat berbinar-binar menatapku "kauu..?? kau seorang Putri, astaga kenapa kau disisni? panggil saja aku Jellica, ruma ini jelek dan buruk bagimu" balaj Jellica. "aku takut tinggal di istana, aku butuh teman, bagaimana jika kamu mau tinggal disana" ucap Lorezza. "maaf bukannya tak mau, hari ini sudah mulai gelap dan sudah mau turun hujan, tidak baiknya jika kita ke istana besok pagi?" sahut Jellica. "hmmm, okay" jawab Lorezza.
Ketika itu hujan semakin besar dan langit semakin gelap, suara petir bersahutan degung "aku rasa kau seperti ketakutan? dapatkah kau mengatakan sebenarnya yang terjadi padamu? aku tak memaksa ko" Tanya Jellica. "Aku..? aku takut tinggal di istana sendiri, ayahku pergi melaut sudah 5 tahun dan ibuku telah meninggal, aku butuh bantuanmu untuk membantuku mencarikan potongan surat ini *menunjukan surat* "jawab lorezza dengan membendung air mata. "Okay, besok pasti aku akan bantumu Lorezza, sekarang lebih baik kau tidur, tidur yang nyenyak, dan nanti aku bangunkan pada saat yang tepat *sambil menyanikan lagu* " Missing my castle, bye .. bye my house, and you must long sleep for tomorrow and you I'll wake full hoped tomorow baby sleep, long sleep please, i more hoped today"
ketika itu suasana semakin gelisah Lorezza telah tidur nyenyak dan keesokan harinya . . .
5 years ago, was long sleep
Pagi terasa bugar lorezza terbangun dari tidurnya dan merasa seperti ada kejanggalan, "aku dimana? mana potongan suratku?" "aku rasa ini di istanaku, kenapa aku bisa disini? padahal aku telah lari keluar dan mengunjungi rumah Jellica" angan Lorezza. Dengan kebingungan pagi itu lorezza menemukan potongan surat ibu tirinya di bawah bantal Lorezza.
telah"
mengorbankan anak ibu "jellica", ibu telah memberikan semua organ-
organ tubuhnya untuk melunasi hutang ayahmu, tetapi tidak cukup juga,
ibu menyesal karena telah melakukan iru, ayahmu selama ini pergi lima
tahun da mungkin sekarang 10 tahun ketika kebangunanmu, dia sekarang
menuju arah pulang, "Ibu rasa lebih baik kau M A T I sekarang, dan kau
akan bahagia bersama Jellica, atau semua organ tubuhmu akan di jual oleh
ayahmu Richard ( pengusaha Organ Tubuh) dan akan menyalurkan organ
siapa saja tak memikirkan siapa saja itu" asalkan dirinya kaya.
ketika saat itu Lorezza tampak kaget dan bingung, semakin ditambah bising suara Bell pagar istana , dia meliat keluar jendela ternyata "benar itu kedatangan ayahnya yang selama ini menghilang" *aku pikir aku akuan mati sekarang* Lorezza pun berlari dan seketika terpeleset jatuh dari tangga istana (Bloomy Castle) dia membuat surat untuk ayahnya
Dear Dad
kemana saja dirimu? apakah kau datang untuk mengambil organku? aku tak pernah rela, lebih baik aku kabur keluar istana, dari pada aku menerima semua ini.. tanya istrimu yang lusa meninggal
22, Dec 1940
Heran terpikir Richard, "Dari mana ia tahu?" tapi usahaku agar tak gagal lebih baik aku mengundang semua orang untuk menghadiri acara kematian da membawa sepucuk bunga putih untuk anakya Lorezza.
To be continue . . .
Bersambung . . . .
tunggu bagian dua cerita ini :)
terimakasih sudah membaca
Wait at part II
(coming soon)
Jumat, 09 Mei 2014
Kapur Tua
Pagi inilah aku harus
membuktikan
Tak ada waktu untuk
berdrama dan aku akan segera menemuinya di sekolah
Dengan hati
tergesa-gesa takut akan terlambat dan tertinggal, aku pun langsung berangkat
menuju sekolah tanpa menyatap sedikit pun sarapan pagiku. Aku berjalan dengan
cepat seperti membayangkan aku ini terbang menuju sekolah, sesampai di sekolah
rasanya hati sangat tenang, karena masih ada teman dan guru dan mereka tak
meninggalkanku
Kusapa dia dalam
senyuman, tampak jawaban tak asing dari sudut bibirnya
“selamat pagi, maaf
saya terlambat” Tanyaku dengan agak risih karena kesiangan “Ya, tak apa ayo
sekarang kita berangkat!” Sahut guruku
Sejuta harapan
keinginannya, kelak nanti aku berhasil, berbagai pengalaman dia ajarkan.
Walau hanya sebatang
kapur kesungguhanku dia gigihkana aku, dia tanam rasa kemauanku, rasa
semangatnya, rasa percayanya padaku membuat diri ini bangun tak mau kalah dari
raga nya.
Kecewa rasanya jika
aku tak dapat melakukannya, aku akan mencoba berusaha tuk menjadi yang terbaik..
Bercucur gairah
semangat ketika memulainya, mengikuti sebuah perlombaan yah hanya orang yang
berkemauan yang mengikut. Mengingat amanat guruku yang selalu berkata “Jadilah
siwa, siwa yang sebenarnya tak perlu mengikuti gaya orang lain milikilah jati dirimu sendiri.
Pasti Bisa!!” begitupun dia mengucapkan dengan linangan air mata kebahagian,
yang bisa membuat percikan api semangatku panas, dan optimis merasa pasti
berhasil.
Aku tau aku bisa
Aku yakin
Aku takan mengalah
pada waktu
Aku mencoba
Dan suatu saat pasti
bisa,
Dan itu sekarang
watunya
Karya @BrelianitaRM
Langganan:
Postingan (Atom)