Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 14 Juni 2016

PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN

Apa itu pendidikan?

Secara keseluruhan setiap orang pasti mengatakan
"Pendidikan itu penting!"
"Harus!"
"Mau jadi apa kalau tidak terdidik?!"

Pribadi saya mengatakan
"Pendidikan adalah suatu pedoman pembelajaran yang harus tertanam dan terpupuk rapi sejak dini."

Elok sekali pembahasan pendidikan dan tentu saja ada faktor pendukung salah satunya Orangtua,
Disini orangtua sangat berperan penting selain bisa sebagai pemotivasi iapun sangat mendukung pembentukan karakter secara internal, sehingga terbentuklah moral ikhlas dan kemauan melakukan tidak hanya argumen atau opini, tapi benar benar melakukan bahkan membuktikan bakat dan minat seorang individu dari setiap karakter anak masing masing.

Lalu bagaimana dengan keluarga yang tersebut "Broken Home?"

Tentu sangat berpengaruh besar, keluarga yang bermasalah dapat mempengaruhi daya pikir dan perilaku seorang anak dalam setiap hal yang ia lakukan.
Penentuan dan pengambilan keputusan dalam setiap anak pastilah berbeda, tergantung pengalaman apa saja yang diberikan orangtua tersebut pada anaknya.

Pentingnya pendidikan

Pentingnya pendidikan sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan modern di zaman sekarang. Bisa dibilang buta arah jika tidak tahu menahu.

Pendidikan tanpa didasari kemauan dari diri sendiri sama saja seperti Memiliki kompas tapi tidak mempunyai jarumnya ya bermakna ; "Orang yang sudah memiliki bekal pasti (dari orangtua), tapi tidak memiliki kelentukan hati untuk menjalankan kehidupan tersebut bahkan tidak tahu untuk apa tujuannya."

Contoh, seperti tidak ada ketulusan dan keikhlasan karena masih kurangnya rasa keyakinan  akan bekal hal yang telah dikaruniai tuhan untuk setiap individu.
Setiap orang memiliki karunia yang berbeda, "syukuri apa saja karunia yang di beri tuhan" apapun karunia itu pasti memiliki unsur kemanfaatan tersendiri untuk individual tersebut.

Permasalahan yang terus mengiang-ngiang di pelipis setiap orangpun akan segera terpecahkan.

  Bisa dibilang tidak mudah, untuk mendapatkan peran dukungan keluarga secara maksimal disetiap pembelajaran di pendidikan, seperti yang saya bilang tadi "tidak semua keluarga  harmonis. Masih banyak yang bermasalah." Sungguh bervariasi kehidupan setiap individu, keelokan macam keluarga yang senantiasa menjadi perdebatan di akhir akhir ini juga sudah tidak asing lagi menjadi santapan utama peran besar seorang pemimpin keluarga. Bagaimanapun keluarga kita sekarang kita harus mensyukurinya dan menghendakinya.

Karena keterikatan batin orangtua dan anak sangat kuat. Boleh saja dijadikan titik acuan konflik yang harus diselesaikan.
Memang keluarga sangat sekali berperan, sesekali Orangtua harus memikirikan trik dan cara jitu untuk mengurus anaknya, dan harus ada salah satu pengalah dari mereka, sang anakpun harus bisa mengimbanginya. Seperti ia tulus menyantap pendidikan yang orang tua modali untuknya, kebalikan orangtua harus sabar dan iklas memberikan asupan pendidikan untuk anak anaknya. Memiliki perasaan yang menyeluruh dalam setiap hal sangat bermanfaat untuk kelangsungan keterdukungan antara Orangtua dan Anak.

Berbicara tentang perasaan tentu sulit selain butuh pemahaman mendalam tentang individual, butuh juga ketergerakan hati si tokoh.

Oleh karena itu kesabaran,  kelentukan dan pemaksimalan dukungan orangtua sangat berperan penting untuk mendorong minat untuk membangun karakter setiap anak - anaknya.

http://wp.me/p7DANZ-5

Sabtu, 06 September 2014

Bloomy Castle II



Mengingat kembali
Masa itu …


          Terbangun Petter Bend dari tidurnya yang bolehlah dibilang cukup nyenyak, memikirkan pekerjaannya yang belum selesai membuatnya bangun dengan tergesa sambil berangan “bagaimana menyelesaikan tugas ini” .Masih tampak terlihat kantung mata Petter yang longgar saat dia menyapa cerminnya. Memikir bayangkan alur kronologi cerita kerajaan Bloomy Castle yang belum terpecahkan, Petter terus menggoyahnya sehinngga pagi ini diapun harus bergesit melangkah keluar.
          Membuka pintu dan mengayuh sepedanya dan lalu berangkat menuju kampus sekolahnya, “kampus tua yang tak meyakinkan”.
Petter memasuki perpustakaan, dia mencari buku Bloomy Castle, Bloomy Castle sudah cukup lama tak terbahas dan mungkin menghilang, banyak orang tak mempercayai kisah Bloomy Castle terkecuali Petter Bend yang selalu ingin mencari tahu kejadian sebenarnya tentang Bloomy Castle. Petter menggiat memecahkan masalahnya ketika saat salah satu dosennya bercerita singkat tentang Bloomy Castle. Dan ketika itu Petter ingin membuktikannya bahwa cerita itu memang nyata.

          Ketika Petter membuka bab buku terakhir dia menemukan suatu kejanggalan dalam cerita yang belum terpecahkan yaitu “Saat Richard atau ayah Lorezza, membawa bunga putih dan mengundang semua untuk datang ke Istananya”

Petter pikir “semua orang? Siapakah itu? Apakah akupun turut di undang”

Terbaca Petter tulisan kecil dipojok buku halaman terakhir
“Ya, kau? Kau orang yang membaca kisah ini, kau di undang untuk menghadiri” (usap 3 kali tulisan ini) –Richard
          Dengan bingung dan gemulai pikirnya, “Tidak ada salahnya aku mencoba mengusapnya 3x, mungkin saja ini makna tersiratnya”
Hati berteriak deg, deg, deg saat Petter mengusap 3 kali tulisan itu.
“kepalaku pusing, tak terlihat apa-apa disini, sungguh remang, kesuraman ini cukup aneh, apakah sekarang mati lampu? Itu cahaya tampak titik putih di depan sana terlihat agak jauh, aku harus berlaliri sekarang.” Usai Petter sekilas, Petter semakin bingung dimanakah dirinya sekarang apakah sudah mati atau belum. Petter terus berlari dan mengejar titik putih itu seketika dia sampai dan terdengar suara “Blusssss, Selamat datang di Bloomy Castle, kau tamu yang cukup jauh silakan masuk” Pendengaran Petter dari ujung pejahuan.
          Mungkin dirinya bingung atas semua ini “Oh, ternyata sekarang diriku ada di Bloomy Castle, tapi dimana Istana itu? Apakah aku mimpi?” sajak Petter. Petter berjalan lurus saja dan ketika dijalan dia menemukan seorang gadis bertubuh mungil dan menanyakan “hey kau!! Tunggu apakah saya berada di dalam mimpi? Bisakah kau menjelaskannya?”  (Tanya Petter sambil menaikan alis sebelah).
Gadis itu menjawab “kau lurus saja dan di sana tempatnya Istana Bloomy Castle berada”
Masih terbilang bingung oleh Petter “Dari mana dia tau aku mencari Istana itu, dasar gadis gila saya menanyakan apa, dia menjawab apa” elok Petter. Peter berjalan terus lurus tanpa melihat kebelakang gadis tadi itu …

          “Ternyata gadis tadi itu benar, di sini ternyata Istana itu (melihat istana) Megah sekali, dimana oran-orang? Apa aku terlambat?”
Hari semakin petang dan Petter tanpa menghiraukan apa-apa langsung saja memasuki gerbang Istana dan dia merasakan “suram sekali istana ini? Sepi sekali”
Tampak ada petunjuk yang tertempel di dinding Istana “jalan saja lurus ke selatan dan kau menemukannya” Petter mencoba melakukannya dia berjalan ke selatan sewaktu itu dia melihat bayangan Gadis perempuan yang tadi dan gadis itu mengucapkan “Sini kau, bisakah kau membantuku?” Tanya gadis.
Terasa dipikir Petter gadis itu Lorezza “yap, apa masalahmu?”
Jawab Petter. Gadis itu mendekati dan mengatakan sesuatau “pegang tanganku, dank kau akan tau semuanya” Tangan Lorezza yang terasa dingin bagai es tak cair  .

          Sekelibat lintasan cerita masa lalu Lorezza berputar di pikiran Petter ketika dia memegang tangan gadis itu (Lorezza), dan berakhirlah sejenak dan Petter mengatakan “Oh jadi itu masalahmu? Sekarang kau berusaha ingin mengentikan ayahmu Richard untuk tidak mengundang semua orang dan mengambil organ mereka, dan sebenarnya kau itu belum meninggalkan?”
          Terlihat sudut bibir Lorezza yang menyenangkan rasanya Lorezza sangat tenang ketika Petter mengetahui keadaannya. Lorezaa berkata “Kau pintar sekali, itu masalahku sebentar lagi pukul 17:00 kau harus segera mengentikan ayahku sebelum, semua orang datang untuk melayatku, ayahku ada di atas dan aku pikir kau harus membunuhnya sekarang dan berhenti bertanya tentang kematianku” Lorezza mengatakan dengan menepuk nepuk pundak Petter dan seketika dia menghilang.

          Terdengar shok bahwa gadis itu memang benar telah meninggal, ternyata Richard mempunyaai niat jahat kepada semua orang yang nanti akan datang melayat Lorezza yang membawa sepucuk bunga putih untuk Lorezza “aku pikir hari ini, bukan Lorezza saja yang akan di layat, tapi Richardpun akan bernasib seperti Lorezza (Akan kubunuh dia!!) Lorezza tenang saja aku akan mengakhiri cerita ini sekarang!” Hentak Petter dengan keras


Ketika itu petter mengambil pedang di pojok Istana tempatnya berdiri tadi, dan segera berlari menaiki tangga tua dan memasuki kamar Richard dengan pelan pelan dia melangkahkan kaki dan berada di depan pintu Richard,

Ketika itu ada seorang melangkah dari belakng dan ingin memukul Petter dan seketika tangan Petter tebeset luka pedang Richard yang mengenainya, “ternyata pria itu Richard” Richard menarik Petter dan mengambil pedangnya untuk di pertanyakan dan di masukki penjara bawah kamarnya.

          Richardpun mengintropeksi Petter “Selamat datang tamuku yang petama, kau giat sekali mendatangi Istanaku” Richard mengatakan sambil menghembuskan asap rokoknya kedepan mukannya.
Petterpun tidak suka dan menjawab “aku akan mebunuhmu pria jelek”
Richard tertawa “Hahaha coba saja kalau bisa, dasar anak kecil” Richard pergi meninggalkannya dan dia akan turun untuk menyambut tamu laiinya.
Tangan dan kaki Petterpun terikat di kursi kamarnya “sungguh sulit melepaskan ini” pikir Petter
“biar saya Bantu, nak” seorang wanita tua mengucapkan kalimat itu dan melepaskan tali yang mengikatnya. Tanpa kebayakan pikir Petter mengatakan “terimakasih,siapa lagi ini” .
          Wanita itu dengan tersenyum dan mengamatkan kepada Petter” ayo cepat ambil pedangmu, dan segerahlah tusuk Richard dari belakang, gunakan waktu sebaik mungkin”

Petter langsung berlari turun dan menusuk Richard dari belakang, seketika Petter membanting pedang itu “apakah tugasku sudah selesai?” pikir Petter . Richardpun mati tak berdaya, banyak darah yang keluar dari tubuhnya. Petter pun segera memletakkan mayat Richard di sebelah sebuah peti anaknya (Lorezza) dan membisikan mayat Lorezza “Hey, aku telah berhasil, kau senang itu?”

Istana pun telah dibuka dan Banyak orang , membawa bunga putih untuk mereka “yang telah mati”

Ketika itu Petter berpura-pura menjadi tamu yang baru datang(seperti yang lain)
 “ok, kita sekarang akan menguburkann Richard dan Lorezza di belakang Istana” terdengar suara salahsatu tamu yang datang mengatakan itu.

          Petter pun lega dan dia berjalan mengiring peti Richard dan Lorreza.  Tiba-tiba ada bayangan Lorezza menghampiri “Terimakasih, kau sudah banyak membantuku, jika kau ingin pulang keasalmu serang segeralah, Pegang tanganku ini dan pejamkan matamu” sekarang terasa hangat tangan Lorezza.

          Seketika, terbatuk-batuk Petter membuka mata, dan melihat sekeliling “Aku ternyata tertidur di perputstakaan” pikir Petter dan sekejab dia melihat lagi halaman belakang Buku “Bloomy Castle” ada tulisan “Kau tidak mimpi, terimakasih atas semuanya tamuku –Lorezza” dan Petter tertawa terbahak – bahak “hahaha, ternyata aku ini pahlawan, oh iya ini bukan mimpi, ternyata buku ini menjadi bertambah halamanya dan menceritakan bahwa aku berkunjung ke Bloomy Castle dan cerita itu berhakhir.

Tutup buku.

“Bloomy Castle”

Hay hay...
Terimakasih sudah membaca kelanjutannnya, hihi emang agak panjang ceritanya tapi serukan?
Haha, jumpa nanti di lain cerita


Brelianita RM

Minggu, 10 Agustus 2014

Bloomy Castle

One Spend Time

  Berawal dari kisah gadis muda, bernama lorezza Bloomy, sebutlah aku Lorezza.
Aku seorang bangsawan di negriku ini, seorang putri yang penuh kebahagiaan, dan keterbatasan. tapi kebahagiaan itu telah hilang, ketika Ayahku Richard, menikah lagi dan kini aku memiliki Ibu tiri yang dingin.
Aku merasa ada yang aneh dengan ibu tiriku ini, dia tampak diam dan seperti memendam kisah lama yang mengharukan.

   5 years ago
  ketika aku berusaha mendekatinya, aku mencoba menyapanya & ingin mengetahui tentang kehidupan lamanya. Saat kakiku mencoba menjejakkan langkah menuju kamarnya, dan mulai mengetuk pintu berjamur yang tak pernahterbuka, dan telah 5 tahun lamanya ayah pergi melaut, mungkin ibu tiriku kecewa dengannya. aku mengetuk dengan penuh semangat  dan tiba - tiba pintu itu terbuka tanpa terdengar suara engsel yang menggoyakkannya "Terdengar teriakan", aku shok melihatnya dan tubuh ini mulai lemas dan berfikir panjang, di saat melihat ibu tiriku tergantung di loteng kamarnya dengan cermin retak bercak darah., meja rias yang berdebu dan di sana tertinggal sepucuk surat, "terfikir heran" aku rasa itu berisi surat "ku baca"



Dear my dream child
Lorezza


    Ibu pikir kau terlihat kecewa dengan kehadiranku, dan merasa serasa terlalu di awasi dan terbeban, ibu pusing untuk berbuat apa, maafkanku aku menikahi ayahmu karena aku tak bisa melunasi semua hutangku, ibu telah mengorbankan kedua anak ibu dan menjualnya untuk membayar, hutang itu semakin berbunga dan menumpuk, aku menyerah dan sore itu ayahmu datang kerumah ibu dan memaksaku untuk menjadikan aku istrinya dan mengurusi istana, dengan tangan kasar dia menarikku dan membawaku keistananya dan segera menikahiku. . .

 Kenapa ibu tampak diam?
Larena ibu telah menyesal karena telah …



selesai baca" surat itu terpotong dan aku haru menemukan potongan lainnya, untuk mengetahui yang sebenarnya" penuh heran pikirku. segera aku pergi dan mengunci kamar itu da segera berlalri keluar istana, aku turun dengan penuh ketakutan dan keresahan, saat itup aku terus berlari dan berlari, meninggalkan istana yang sepi tanpa seorangpun terkecuali aku, "saat di jalan" aku melihat rumah gubuk tampaklusuh seakan rubuh dan aku mengetuknya "ada seorang di dalam" sahutku dengan keras. ketika itu hari tampak gelap dan mendung aku rasa lebih baik aku mengunjungi gubuk itu dan ketika sesaat terdngar suara orang menyapaku "iya ada, tunggu sebentar" dia membukakan pintu dan segera menyilakanku untuk masuk "silakan masuk, duduklah".
   Nafas legaku akhirnya keluar, "yap ka, aku tersesat di jalan, aku Rolezza, berasal dari istana Bloomy di belakang bukit, maaf" sapaku.
kakak di dalam rumah itu terlihat berbinar-binar menatapku "kauu..?? kau seorang Putri, astaga kenapa kau disisni? panggil saja aku Jellica, ruma ini jelek dan buruk bagimu" balaj Jellica. "aku takut tinggal di istana, aku butuh teman, bagaimana jika kamu mau tinggal disana" ucap Lorezza. "maaf bukannya tak mau, hari ini sudah mulai gelap dan sudah mau turun hujan, tidak baiknya jika kita ke istana besok pagi?" sahut Jellica. "hmmm, okay" jawab Lorezza.

  Ketika itu hujan semakin besar dan langit semakin gelap, suara petir bersahutan degung "aku rasa kau seperti ketakutan? dapatkah kau mengatakan sebenarnya yang terjadi padamu? aku tak memaksa ko" Tanya Jellica. "Aku..? aku takut tinggal di istana sendiri, ayahku pergi melaut sudah 5 tahun dan ibuku telah meninggal, aku butuh bantuanmu untuk membantuku mencarikan potongan surat ini *menunjukan surat* "jawab lorezza dengan membendung air mata. "Okay, besok pasti aku akan bantumu Lorezza, sekarang lebih baik kau tidur, tidur yang nyenyak, dan nanti aku bangunkan pada saat yang tepat *sambil menyanikan lagu* " Missing my castle, bye .. bye my house, and you must long sleep for tomorrow and you I'll wake full hoped tomorow baby sleep, long sleep please, i more hoped today"

ketika itu suasana semakin gelisah Lorezza telah tidur nyenyak dan keesokan harinya  . . .


5 years ago, was long sleep

  Pagi terasa bugar lorezza terbangun dari tidurnya dan merasa seperti ada kejanggalan, "aku dimana? mana potongan suratku?" "aku rasa ini di istanaku, kenapa aku bisa disini? padahal aku telah lari keluar dan mengunjungi rumah Jellica" angan Lorezza. Dengan kebingungan pagi itu lorezza menemukan potongan surat ibu tirinya di bawah bantal Lorezza.

telah" mengorbankan anak ibu "jellica", ibu telah memberikan semua organ- organ tubuhnya untuk melunasi hutang ayahmu, tetapi tidak cukup juga, ibu menyesal karena telah melakukan iru, ayahmu selama ini pergi lima tahun da mungkin sekarang 10 tahun ketika kebangunanmu, dia sekarang menuju arah pulang, "Ibu rasa lebih baik kau M A T I sekarang, dan kau akan bahagia bersama Jellica, atau semua organ tubuhmu akan di jual oleh ayahmu Richard ( pengusaha Organ Tubuh) dan akan menyalurkan organ siapa saja tak memikirkan siapa saja itu" asalkan dirinya kaya.

      22, December 1980
ketika saat itu Lorezza tampak kaget dan bingung, semakin ditambah bising suara Bell pagar istana , dia meliat keluar jendela ternyata "benar itu kedatangan ayahnya yang selama ini menghilang" *aku pikir aku akuan mati sekarang* Lorezza pun berlari dan seketika terpeleset jatuh dari tangga istana (Bloomy Castle) dia membuat surat untuk ayahnya

 Dear Dad

 kemana saja dirimu? apakah kau datang untuk mengambil organku? aku tak pernah rela, lebih baik aku kabur keluar istana, dari pada aku menerima semua ini.. tanya istrimu yang lusa meninggal

 22, Dec 1940


   Heran terpikir Richard, "Dari mana ia tahu?" tapi usahaku agar tak gagal lebih baik aku mengundang semua orang untuk menghadiri acara kematian da membawa sepucuk bunga putih untuk anakya Lorezza.



To be continue . . .
Bersambung . . . .

tunggu bagian dua cerita ini :)
terimakasih sudah membaca


Wait at part II
(coming soon)






Jumat, 09 Mei 2014

Kapur Tua

Pagi inilah aku harus membuktikan

Tak ada waktu untuk berdrama dan aku akan segera menemuinya di sekolah

Dengan hati tergesa-gesa takut akan terlambat dan tertinggal, aku pun langsung berangkat menuju sekolah tanpa menyatap sedikit pun sarapan pagiku. Aku berjalan dengan cepat seperti membayangkan aku ini terbang menuju sekolah, sesampai di sekolah rasanya hati sangat tenang, karena masih ada teman dan guru dan mereka tak meninggalkanku

Kusapa dia dalam senyuman, tampak jawaban tak asing dari sudut bibirnya
“selamat pagi, maaf saya terlambat” Tanyaku dengan agak risih karena kesiangan “Ya, tak apa ayo sekarang kita berangkat!” Sahut guruku

Sejuta harapan keinginannya, kelak nanti aku berhasil, berbagai pengalaman dia ajarkan.
Walau hanya sebatang kapur kesungguhanku dia gigihkana aku, dia tanam rasa kemauanku, rasa semangatnya, rasa percayanya padaku membuat diri ini bangun tak mau kalah dari raga nya.

Kecewa rasanya jika aku tak dapat melakukannya, aku akan mencoba berusaha tuk menjadi yang terbaik..
Bercucur gairah semangat ketika memulainya, mengikuti sebuah perlombaan yah hanya orang yang berkemauan yang mengikut. Mengingat amanat guruku yang selalu berkata “Jadilah siwa, siwa yang sebenarnya tak perlu mengikuti gaya orang lain milikilah jati dirimu sendiri. Pasti Bisa!!” begitupun dia mengucapkan dengan linangan air mata kebahagian, yang bisa membuat percikan api semangatku panas, dan optimis merasa pasti berhasil.

Aku tau aku bisa
Aku yakin
Aku takan mengalah pada waktu
Aku mencoba
Dan suatu saat pasti bisa,
Dan itu sekarang watunya


Karya @BrelianitaRM

Jumat, 11 Oktober 2013

"The Way You Look At Me"
No one ever saw me like you do
All the things that I could add up too
I never knew just what a smile was worth
But your eyes say everything
Without a single word

'Cause there's something' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's something' in the way you look at me

If I could freeze a moment to my mind
It'll be the second that you touch your lips to mine
I'd like to stop the clock make time stands still
'Cause, baby, this is just the way
I always wane feel

'Cause there's something' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's something' in the way you look at me

I don't know how or why
I feel different in your eyes
All I know is it happens every time

'Cause there's something' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's something' in the way you look at me

The way you look at me