Mengingat kembali
Masa itu …
Terbangun Petter Bend dari tidurnya yang bolehlah dibilang
cukup nyenyak, memikirkan pekerjaannya yang belum selesai membuatnya bangun
dengan tergesa sambil berangan “bagaimana menyelesaikan tugas ini” .Masih
tampak terlihat kantung mata Petter yang longgar saat dia menyapa cerminnya.
Memikir bayangkan alur kronologi cerita kerajaan Bloomy Castle
yang belum terpecahkan, Petter terus menggoyahnya sehinngga pagi ini diapun
harus bergesit melangkah keluar.
Membuka pintu dan mengayuh sepedanya dan lalu berangkat
menuju kampus sekolahnya, “kampus tua yang tak meyakinkan”.
Petter memasuki perpustakaan,
dia mencari buku Bloomy Castle, Bloomy Castle sudah cukup lama tak terbahas dan
mungkin menghilang, banyak orang tak mempercayai kisah Bloomy Castle terkecuali
Petter Bend yang selalu ingin mencari tahu kejadian sebenarnya tentang Bloomy
Castle. Petter menggiat memecahkan masalahnya ketika saat salah satu dosennya
bercerita singkat tentang Bloomy
Castle. Dan ketika itu
Petter ingin membuktikannya bahwa cerita itu memang nyata.
Ketika Petter membuka bab buku terakhir dia menemukan suatu
kejanggalan dalam cerita yang belum terpecahkan yaitu “Saat Richard atau ayah
Lorezza, membawa bunga putih dan mengundang semua untuk datang ke Istananya”
Petter pikir “semua orang?
Siapakah itu? Apakah akupun turut di undang”
Terbaca Petter tulisan kecil
dipojok buku halaman terakhir
“Ya, kau? Kau orang yang
membaca kisah ini, kau di undang untuk menghadiri” (usap 3 kali tulisan ini)
–Richard
Dengan bingung dan gemulai pikirnya, “Tidak ada salahnya
aku mencoba mengusapnya 3x, mungkin saja ini makna tersiratnya”
Hati berteriak deg, deg, deg
saat Petter mengusap 3 kali tulisan itu.
“kepalaku pusing, tak
terlihat apa-apa disini, sungguh remang, kesuraman ini cukup aneh, apakah
sekarang mati lampu? Itu cahaya tampak titik putih di depan sana terlihat agak jauh, aku harus berlaliri
sekarang.” Usai Petter sekilas, Petter semakin bingung dimanakah dirinya
sekarang apakah sudah mati atau belum. Petter terus berlari dan mengejar titik
putih itu seketika dia sampai dan terdengar suara “Blusssss, Selamat datang di Bloomy Castle,
kau tamu yang cukup jauh silakan masuk” Pendengaran Petter dari ujung pejahuan.
Mungkin dirinya bingung atas semua ini “Oh, ternyata sekarang
diriku ada di Bloomy
Castle, tapi dimana
Istana itu? Apakah aku mimpi?” sajak Petter. Petter berjalan lurus saja dan
ketika dijalan dia menemukan seorang gadis bertubuh mungil dan menanyakan “hey
kau!! Tunggu apakah saya berada di dalam mimpi? Bisakah kau
menjelaskannya?” (Tanya Petter sambil
menaikan alis sebelah).
Gadis itu menjawab “kau lurus
saja dan di sana tempatnya Istana Bloomy
Castle berada”
Masih terbilang bingung oleh
Petter “Dari mana dia tau aku mencari Istana itu, dasar gadis gila saya
menanyakan apa, dia menjawab apa” elok Petter. Peter berjalan terus lurus tanpa
melihat kebelakang gadis tadi itu …
“Ternyata gadis tadi itu benar, di sini ternyata Istana itu
(melihat istana) Megah sekali, dimana oran-orang? Apa aku terlambat?”
Hari semakin petang dan
Petter tanpa menghiraukan apa-apa langsung saja memasuki gerbang Istana dan dia
merasakan “suram sekali istana ini? Sepi sekali”
Tampak ada petunjuk yang
tertempel di dinding Istana “jalan saja lurus ke selatan dan kau menemukannya”
Petter mencoba melakukannya dia berjalan ke selatan sewaktu itu dia melihat
bayangan Gadis perempuan yang tadi dan gadis itu mengucapkan “Sini kau, bisakah
kau membantuku?” Tanya gadis.
Terasa dipikir Petter gadis
itu Lorezza “yap, apa masalahmu?”
Jawab Petter. Gadis itu
mendekati dan mengatakan sesuatau “pegang tanganku, dank kau akan tau semuanya”
Tangan Lorezza yang terasa dingin bagai es tak cair .
Sekelibat lintasan cerita masa lalu Lorezza berputar di
pikiran Petter ketika dia memegang tangan gadis itu (Lorezza), dan berakhirlah
sejenak dan Petter mengatakan “Oh jadi
itu masalahmu? Sekarang kau berusaha ingin mengentikan ayahmu Richard untuk
tidak mengundang semua orang dan mengambil organ mereka, dan sebenarnya kau itu
belum meninggalkan?”
Terlihat sudut bibir Lorezza yang menyenangkan rasanya
Lorezza sangat tenang ketika Petter mengetahui keadaannya. Lorezaa berkata “Kau pintar sekali, itu masalahku sebentar lagi pukul 17:00 kau harus
segera mengentikan ayahku sebelum, semua orang datang untuk melayatku, ayahku
ada di atas dan aku pikir kau harus membunuhnya sekarang dan berhenti bertanya
tentang kematianku” Lorezza mengatakan dengan menepuk nepuk pundak Petter
dan seketika dia menghilang.
Terdengar shok bahwa gadis itu memang benar telah meninggal,
ternyata Richard mempunyaai niat jahat kepada semua orang yang nanti akan
datang melayat Lorezza yang membawa sepucuk bunga putih untuk Lorezza “aku
pikir hari ini, bukan Lorezza saja yang akan di layat, tapi Richardpun akan
bernasib seperti Lorezza (Akan kubunuh dia!!) Lorezza tenang saja aku akan
mengakhiri cerita ini sekarang!” Hentak Petter dengan keras
Ketika itu petter mengambil
pedang di pojok Istana tempatnya berdiri tadi, dan segera berlari menaiki
tangga tua dan memasuki kamar Richard dengan pelan pelan dia melangkahkan kaki
dan berada di depan pintu Richard,
Ketika itu ada seorang
melangkah dari belakng dan ingin memukul Petter dan seketika tangan Petter
tebeset luka pedang Richard yang mengenainya, “ternyata pria itu Richard”
Richard menarik Petter dan mengambil pedangnya untuk di pertanyakan dan di
masukki penjara bawah kamarnya.
Richardpun mengintropeksi Petter “Selamat datang tamuku
yang petama, kau giat sekali mendatangi Istanaku” Richard mengatakan sambil
menghembuskan asap rokoknya kedepan mukannya.
Petterpun tidak suka dan
menjawab “aku akan mebunuhmu pria jelek”
Richard tertawa “Hahaha coba
saja kalau bisa, dasar anak kecil” Richard pergi meninggalkannya dan dia akan
turun untuk menyambut tamu laiinya.
Tangan dan kaki Petterpun
terikat di kursi kamarnya “sungguh sulit melepaskan ini” pikir Petter
“biar saya Bantu, nak”
seorang wanita tua mengucapkan kalimat itu dan melepaskan tali yang
mengikatnya. Tanpa kebayakan pikir Petter mengatakan “terimakasih,siapa lagi
ini” .
Wanita itu dengan tersenyum dan mengamatkan kepada Petter”
ayo cepat ambil pedangmu, dan segerahlah tusuk Richard dari belakang, gunakan
waktu sebaik mungkin”
Petter langsung berlari turun
dan menusuk Richard dari belakang, seketika Petter membanting pedang itu
“apakah tugasku sudah selesai?” pikir Petter . Richardpun mati tak berdaya,
banyak darah yang keluar dari tubuhnya. Petter pun segera memletakkan mayat
Richard di sebelah sebuah peti anaknya (Lorezza) dan membisikan mayat Lorezza
“Hey, aku telah berhasil, kau senang itu?”
Istana pun telah dibuka dan
Banyak orang , membawa bunga putih untuk mereka “yang telah mati”
Ketika itu Petter
berpura-pura menjadi tamu yang baru datang(seperti yang lain)
“ok, kita sekarang akan menguburkann Richard
dan Lorezza di belakang Istana” terdengar suara salahsatu tamu yang datang
mengatakan itu.
Petter pun lega dan dia berjalan mengiring peti Richard dan
Lorreza. Tiba-tiba ada bayangan Lorezza
menghampiri “Terimakasih, kau sudah
banyak membantuku, jika kau ingin pulang keasalmu serang segeralah, Pegang
tanganku ini dan pejamkan matamu” sekarang terasa hangat tangan Lorezza.
Seketika, terbatuk-batuk Petter membuka mata, dan melihat
sekeliling “Aku ternyata tertidur di perputstakaan” pikir Petter dan sekejab
dia melihat lagi halaman belakang Buku “Bloomy Castle” ada tulisan “Kau tidak mimpi, terimakasih atas semuanya
tamuku –Lorezza” dan Petter tertawa terbahak – bahak “hahaha, ternyata aku
ini pahlawan, oh iya ini bukan mimpi, ternyata buku ini menjadi bertambah
halamanya dan menceritakan bahwa aku berkunjung ke Bloomy Castle dan cerita itu
berhakhir.
Tutup buku.
“Bloomy Castle”
Hay hay...
Terimakasih sudah membaca
kelanjutannnya, hihi emang agak panjang ceritanya tapi serukan?
Haha, jumpa nanti di lain
cerita
Brelianita RM