Tak ada waktu untuk
berdrama dan aku akan segera menemuinya di sekolah
Dengan hati
tergesa-gesa takut akan terlambat dan tertinggal, aku pun langsung berangkat
menuju sekolah tanpa menyatap sedikit pun sarapan pagiku. Aku berjalan dengan
cepat seperti membayangkan aku ini terbang menuju sekolah, sesampai di sekolah
rasanya hati sangat tenang, karena masih ada teman dan guru dan mereka tak
meninggalkanku
Kusapa dia dalam
senyuman, tampak jawaban tak asing dari sudut bibirnya
“selamat pagi, maaf
saya terlambat” Tanyaku dengan agak risih karena kesiangan “Ya, tak apa ayo
sekarang kita berangkat!” Sahut guruku
Sejuta harapan
keinginannya, kelak nanti aku berhasil, berbagai pengalaman dia ajarkan.
Walau hanya sebatang
kapur kesungguhanku dia gigihkana aku, dia tanam rasa kemauanku, rasa
semangatnya, rasa percayanya padaku membuat diri ini bangun tak mau kalah dari
raga nya.
Kecewa rasanya jika
aku tak dapat melakukannya, aku akan mencoba berusaha tuk menjadi yang terbaik..
Bercucur gairah
semangat ketika memulainya, mengikuti sebuah perlombaan yah hanya orang yang
berkemauan yang mengikut. Mengingat amanat guruku yang selalu berkata “Jadilah
siwa, siwa yang sebenarnya tak perlu mengikuti gaya orang lain milikilah jati dirimu sendiri.
Pasti Bisa!!” begitupun dia mengucapkan dengan linangan air mata kebahagian,
yang bisa membuat percikan api semangatku panas, dan optimis merasa pasti
berhasil.
Aku tau aku bisa
Aku yakin
Aku takan mengalah
pada waktu
Aku mencoba
Dan suatu saat pasti
bisa,
Dan itu sekarang
watunya
Karya @BrelianitaRM