Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 09 Mei 2014

Kapur Tua

Pagi inilah aku harus membuktikan

Tak ada waktu untuk berdrama dan aku akan segera menemuinya di sekolah

Dengan hati tergesa-gesa takut akan terlambat dan tertinggal, aku pun langsung berangkat menuju sekolah tanpa menyatap sedikit pun sarapan pagiku. Aku berjalan dengan cepat seperti membayangkan aku ini terbang menuju sekolah, sesampai di sekolah rasanya hati sangat tenang, karena masih ada teman dan guru dan mereka tak meninggalkanku

Kusapa dia dalam senyuman, tampak jawaban tak asing dari sudut bibirnya
“selamat pagi, maaf saya terlambat” Tanyaku dengan agak risih karena kesiangan “Ya, tak apa ayo sekarang kita berangkat!” Sahut guruku

Sejuta harapan keinginannya, kelak nanti aku berhasil, berbagai pengalaman dia ajarkan.
Walau hanya sebatang kapur kesungguhanku dia gigihkana aku, dia tanam rasa kemauanku, rasa semangatnya, rasa percayanya padaku membuat diri ini bangun tak mau kalah dari raga nya.

Kecewa rasanya jika aku tak dapat melakukannya, aku akan mencoba berusaha tuk menjadi yang terbaik..
Bercucur gairah semangat ketika memulainya, mengikuti sebuah perlombaan yah hanya orang yang berkemauan yang mengikut. Mengingat amanat guruku yang selalu berkata “Jadilah siwa, siwa yang sebenarnya tak perlu mengikuti gaya orang lain milikilah jati dirimu sendiri. Pasti Bisa!!” begitupun dia mengucapkan dengan linangan air mata kebahagian, yang bisa membuat percikan api semangatku panas, dan optimis merasa pasti berhasil.

Aku tau aku bisa
Aku yakin
Aku takan mengalah pada waktu
Aku mencoba
Dan suatu saat pasti bisa,
Dan itu sekarang watunya


Karya @BrelianitaRM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar