Berawal dari kisah gadis muda, bernama lorezza Bloomy, sebutlah aku Lorezza.
Aku seorang bangsawan di negriku ini, seorang putri yang penuh kebahagiaan, dan keterbatasan. tapi kebahagiaan itu telah hilang, ketika Ayahku Richard, menikah lagi dan kini aku memiliki Ibu tiri yang dingin.
Aku merasa ada yang aneh dengan ibu tiriku ini, dia tampak diam dan seperti memendam kisah lama yang mengharukan.
5 years ago
ketika aku berusaha mendekatinya, aku mencoba menyapanya & ingin mengetahui tentang kehidupan lamanya. Saat kakiku mencoba menjejakkan langkah menuju kamarnya, dan mulai mengetuk pintu berjamur yang tak pernahterbuka, dan telah 5 tahun lamanya ayah pergi melaut, mungkin ibu tiriku kecewa dengannya. aku mengetuk dengan penuh semangat dan tiba - tiba pintu itu terbuka tanpa terdengar suara engsel yang menggoyakkannya "Terdengar teriakan", aku shok melihatnya dan tubuh ini mulai lemas dan berfikir panjang, di saat melihat ibu tiriku tergantung di loteng kamarnya dengan cermin retak bercak darah., meja rias yang berdebu dan di sana tertinggal sepucuk surat, "terfikir heran" aku rasa itu berisi surat "ku baca"
Dear
my dream child
Lorezza
Ibu pikir kau terlihat kecewa dengan
kehadiranku, dan merasa serasa terlalu di awasi dan terbeban, ibu pusing untuk
berbuat apa, maafkanku aku menikahi ayahmu karena aku tak bisa melunasi semua
hutangku, ibu telah mengorbankan kedua anak ibu dan menjualnya untuk membayar,
hutang itu semakin berbunga dan menumpuk, aku menyerah dan sore itu ayahmu
datang kerumah ibu dan memaksaku untuk menjadikan aku istrinya dan mengurusi
istana, dengan tangan kasar dia menarikku dan membawaku keistananya dan segera
menikahiku. . .
Kenapa ibu tampak diam?
Larena
ibu telah menyesal karena telah …
selesai baca" surat itu terpotong dan aku haru menemukan potongan lainnya, untuk mengetahui yang sebenarnya" penuh heran pikirku. segera aku pergi dan mengunci kamar itu da segera berlalri keluar istana, aku turun dengan penuh ketakutan dan keresahan, saat itup aku terus berlari dan berlari, meninggalkan istana yang sepi tanpa seorangpun terkecuali aku, "saat di jalan" aku melihat rumah gubuk tampaklusuh seakan rubuh dan aku mengetuknya "ada seorang di dalam" sahutku dengan keras. ketika itu hari tampak gelap dan mendung aku rasa lebih baik aku mengunjungi gubuk itu dan ketika sesaat terdngar suara orang menyapaku "iya ada, tunggu sebentar" dia membukakan pintu dan segera menyilakanku untuk masuk "silakan masuk, duduklah".
Nafas legaku akhirnya keluar, "yap ka, aku tersesat di jalan, aku Rolezza, berasal dari istana Bloomy di belakang bukit, maaf" sapaku.
kakak di dalam rumah itu terlihat berbinar-binar menatapku "kauu..?? kau seorang Putri, astaga kenapa kau disisni? panggil saja aku Jellica, ruma ini jelek dan buruk bagimu" balaj Jellica. "aku takut tinggal di istana, aku butuh teman, bagaimana jika kamu mau tinggal disana" ucap Lorezza. "maaf bukannya tak mau, hari ini sudah mulai gelap dan sudah mau turun hujan, tidak baiknya jika kita ke istana besok pagi?" sahut Jellica. "hmmm, okay" jawab Lorezza.
Ketika itu hujan semakin besar dan langit semakin gelap, suara petir bersahutan degung "aku rasa kau seperti ketakutan? dapatkah kau mengatakan sebenarnya yang terjadi padamu? aku tak memaksa ko" Tanya Jellica. "Aku..? aku takut tinggal di istana sendiri, ayahku pergi melaut sudah 5 tahun dan ibuku telah meninggal, aku butuh bantuanmu untuk membantuku mencarikan potongan surat ini *menunjukan surat* "jawab lorezza dengan membendung air mata. "Okay, besok pasti aku akan bantumu Lorezza, sekarang lebih baik kau tidur, tidur yang nyenyak, dan nanti aku bangunkan pada saat yang tepat *sambil menyanikan lagu* " Missing my castle, bye .. bye my house, and you must long sleep for tomorrow and you I'll wake full hoped tomorow baby sleep, long sleep please, i more hoped today"
ketika itu suasana semakin gelisah Lorezza telah tidur nyenyak dan keesokan harinya . . .
5 years ago, was long sleep
Pagi terasa bugar lorezza terbangun dari tidurnya dan merasa seperti ada kejanggalan, "aku dimana? mana potongan suratku?" "aku rasa ini di istanaku, kenapa aku bisa disini? padahal aku telah lari keluar dan mengunjungi rumah Jellica" angan Lorezza. Dengan kebingungan pagi itu lorezza menemukan potongan surat ibu tirinya di bawah bantal Lorezza.
telah"
mengorbankan anak ibu "jellica", ibu telah memberikan semua organ-
organ tubuhnya untuk melunasi hutang ayahmu, tetapi tidak cukup juga,
ibu menyesal karena telah melakukan iru, ayahmu selama ini pergi lima
tahun da mungkin sekarang 10 tahun ketika kebangunanmu, dia sekarang
menuju arah pulang, "Ibu rasa lebih baik kau M A T I sekarang, dan kau
akan bahagia bersama Jellica, atau semua organ tubuhmu akan di jual oleh
ayahmu Richard ( pengusaha Organ Tubuh) dan akan menyalurkan organ
siapa saja tak memikirkan siapa saja itu" asalkan dirinya kaya.
ketika saat itu Lorezza tampak kaget dan bingung, semakin ditambah bising suara Bell pagar istana , dia meliat keluar jendela ternyata "benar itu kedatangan ayahnya yang selama ini menghilang" *aku pikir aku akuan mati sekarang* Lorezza pun berlari dan seketika terpeleset jatuh dari tangga istana (Bloomy Castle) dia membuat surat untuk ayahnya
Dear Dad
kemana saja dirimu? apakah kau datang untuk mengambil organku? aku tak pernah rela, lebih baik aku kabur keluar istana, dari pada aku menerima semua ini.. tanya istrimu yang lusa meninggal
22, Dec 1940
Heran terpikir Richard, "Dari mana ia tahu?" tapi usahaku agar tak gagal lebih baik aku mengundang semua orang untuk menghadiri acara kematian da membawa sepucuk bunga putih untuk anakya Lorezza.
To be continue . . .
Bersambung . . . .
tunggu bagian dua cerita ini :)
terimakasih sudah membaca
Wait at part II
(coming soon)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar